Saturday, May 9, 2015

MOTIFASI DARUL ULUM PONCOL "SANTRI PETIR BELAJAR BEKEPRIBADIAN BAJA"

Setelah pengajian selesai Gus tofa memberi motifasi kepada para santri pondok darul ulum poncol kurang lebih seperti ini motivasinya........"Alhamdulillah Sudah Selesai Makan
Diwarung Sebelah Pondok Barusan
Menunya Nasi Pecel Plus Mendoan
Tak Terasa Pedas Karena Cabe Kemahalan
Akhirnya Pecel Manis Sebagai Santapan
Setelah Perut Terasa Kenyang Ku Pamitan
Balik Kepondok Karena Bertumpuknya Cucian
Mungkin Sebentar Lagi Turun Hujan

Ke Bersukur Disini Sangatlah Kerasan
Bukan Karena Kebetulan Dari Santri Petir Menjadi Kilatan
Akan Tetapi Santri-Santri Disini Yang Enak Diajak Omong-Omongan
Tapi Jangan Salah Kalau Ma Harem, Ku Tak Bisa Kenalan
Status JODI Alias Jomblo Ditinggal RabiTetaplah Kupertahankan
He………..612x!

Sebenarnya Programku Dah Selesai
Sama Seperti Dulu Di Pondok Pertama Yang Kulalui
Tapi ku juga Ingin Menimba Air Inspirasi Disini
Dipondok Salaf Yang Sedang Tumbuh Membesar Ini
Banyak Perbincangan Dengan Santri-Santri Terjadi
Membuatku Amatlah Gembira Sekali
Karena Miniatur Kehidupan Kudapati Disini
Dengan Pribadi-Pribadi Berbeda Laksana Pelangi
Bergandengan Warna Indah Sekali
Dilihat Dari Umur Tentulah Beragam
Karena Semuanya Tak Bisa Seragam
Ada Yang Anak-Anak kira-Kira Belasan
Menginjak Dewasapun Puluhan Bahkan Ratusan
Yang Kepala Tig Bisa Dihitung Dengan Jari Tangan
Semua Ber-irama Dalam Persaudaraan 
Yang terkadang tidurpun Berjejeran

Ku Bisa Belajar Tentang Perbedaan
Yang Sebenarnya Tak Perlu Dipermasalahkan
Ataupun Dijadikan Alasan Untuk Terjadinya Perselisihan
Atau Bahkan Memicu Keributan
Saat Ni Kududuk Tuk Mencari Secuil Inspirasi
Sambil Leyeh-Leyeh Sehabis Mencuci
Dengan Mencoba Memaknai Arti Kebersamaan
Dan Indahnya Perdamaian
Perbedaan Adalah Rahmat Tuhan
Ia Ada Karena Adanya Kebersamaan
Kebersamaan Menjadi Indah Bukan Karena Harus Selalu Sama
Tapi Karena Mengkolaborasikan Hal-Hal Yang Berbeda
Sehingga Ia Muncul Menjadi Panorama
Seperti Sebuah Komposisi Orkestra
Yang Mengalun Indah Senada Dan Seirama
Dan Menghanyutkan Panca Indra Dengan Efek Hipnotisnya

Ayo coba kita bersama fikirkan
Kalau Kita Mencoba Membangun Sebuah Bangunan
Yang Ingin Dijadikan Sebagi Kediaman
Tersusun Bahan-nya Dari Satu Jenis Saja
Apakah Ia Kan Kokoh Bertahan
Malah-Malah Ku Yakin Ia Kan Segera Roboh
Karena Struktur Bangun-nya Yang Tak Kokoh
Kalau Ingin Ia Kuat Dengan Waktu Yang Lama
Pergunakanlah Seluruh Bahan Yang Ada
Mulai Dari Pasir, Kerikil Dan Batu Bata
Ditambah Semen, Gamping Dan Besi Baja
Atau Kalau Ada Bahan Yang Memperkuat Satukan Saja
Pasti Tatkala Ia Mampu berdiri
Menjadi Rumah Tinggal Kita
Yang Mampu Mengayomi Penghuninya
Itulah I’tibar Indahnya Kebersamaan
Yang Terwujud Dari Sebuah Perbedaan
Tak Akan Pernah Lekang Oleh Zaman
Kudapat Malam Ini Dipemondokan
Karena Gelisah Hati Melihat Banyaknya Tawuran

Oh Ya Wahai Sahabat Setia
Jadi Teringat Sahabat Kecil yang Menginspirasikan Inspirasi Baja
Tak Kerasan Di Pondok Tapi Tetap Bertahan Juga
Yang Ceritanya Ada Pada Santri Petir Episode Pertama
Tapi Kujuga Punya Cerita Dari Seberang Sana
Tentang Anak Kecil Tujuh Tahun Usianya
Yang Dengan Segenap Keluguanya Berusaha Menjadi Pribadi Pemulia
Mengalahkan Penderitaan Yang Dialaminya
Dengan Menjadi Orang Yang Selalu Berbaik Sangka
Yang Ku Kutip Dari buku Luar Bisaa
“Gift From the Heart Fro Women” Judulnya

Alkisah Disebuah Desa Nun Jauh Disana
Hiduplah Keluarga Kecil Yang Sederhna
Terdiri Dari Anak Kecil Dan Bunda Beserta Neneknya
Mereka Cukup Hidup Bahagia
Meskipun Telah Ditinggal Wafat Oleh Sang Buya
Cukup Kasih Sayang Dari Sang Bunda Beserta neneknya
Sebenarnya Dulu Keluarga Itu Hidup berkucukupan
Seperti layaknya Keluarga Impian
Tapi semuanya Kandas Diperjalanan
Karena Sebuah Kecelakaan Yang Memilukan

“Aku Tak Akan Menikah Lagi”
“Karena Tak Kan Ada Yang Mencintaiku Seperti Dia”

Kata Sang Bunda Kepada Neneknya
Sang Nenek Sebenarnya Sedih Mendengarnya
Tapi Ia Tak Bisa berbuat Apa-Apa
 Ia Tak memaksanya Tuk Menikah Lagi Dengan Seorang Pria
Karena Ia Tersadar Bahwa
Terkadang Dalam Kehidupan Kita
Ada Seorang Yang Hanya Memiliki Satu Ruang Dihatinya
Yang Hanya Bisa Diisi Oleh Satu Orang saja
Tentunya Sangatlah Istimewa Bagi Pribadinya
Dan Tak Ingin Terpisah Selamanya Dengan Menjaga Ruang Hatinya
Agar Bisa Menjaga Kemurnian Cinta Pada Pujaan Hatinya
Namun Jika Salah Satu Tiada
Maka Tak Perlu Memaksa Mencari penggantiya

Sianak itu Tumbuh Secara Sederhana
Dengan Belajar mandiri Dan Selalu Berusaha
Ia Punya Kegemaran Bermain Sepakbola
Bergabung Pada Sebuah Team Dikampungnya
Meskipun ia jadi Cadangan Bisaanya
Tapi Semangatnya Tetap membara Semangat 612
Karena ia Punya Jiwa Optimis Hebat Didada
Yang Dibuktikan Dengan Wajah Yang Selalu Ceria
Serta Selalu Mengupayakan Tubuhnya tuk Bersegera
Pertandingan demi pertandingan telah Dilaluinya
Ibunya Dengan Setia Menemaninya
Meskipun Hanya Beberapa Menit Saatnya
Ia Bermain Sebagai Pemain Pengganti Pemain Utama
Ibunya Tak memperdulikan Posisinya
Yang Penting Ia Ingin Ananknya Selalu Bahagia
Dan Tak Mau Kalau Anaknya Merasa Sendiri
Karena Tak Ada Yang Menemani
Apalagi Setelah Ayahnya Telah Pergi

Suatu Saat Dengan Wajah Penuh Pengharapan
Anak Kecil Itu menemui Pelatihnya Dengan Segenap Keberanian

“Pak, Bisakah Akau Bermain Full Time Hari Ini??”

Melihat Tekad Si Anak Kecil Yang Selalu Mandiri
Punya Sportivitas Dan Tak Pernah Malas Setiap Hari
Sang Pelatih Bersedia berikan Kesempatan Bermain Hari Ini
Tentunya Si Anak Kecil Amatlah gembira
Tak Disangka Dan Tak Diduga
Si Anak Itu Bermain Seperti Halnya Maradona
Ia Mampu Mencetak Dua Gool Ke Gawang Lawanya
Yang Tentunya Membuat Menang Team Kesebelasanya
Pelatih Amatlah Senang Dan Penuh Suka Cita
Setelah pertandingan Habis Waktunya
Pelatih Itu Menemui Si Anak Dan Berkata

“Aku Tak Pernah Melihatmu Bermain Sehebat Itu Sebelumnya”
“Apakah Ada Penyebabnya?”

Si Anak tersenyum Mendengar Kata Pelatihnya

“Pelatih, Ayahku Telah Tiada Tiga Tahun Lamanya
Karena Kecelakaaan Hebat Bersama Bunda
Sewaktu Beliau Berdua Pulang Dari Tempat Kerja”
Ibuku Jadi Buta Penglihatanya
Kakinya Tak Bisa Berjalan Normal Seperti Sedia Kala
Minggu Lalu Ibuku Tercinta Telah Tiada”

Sianak Sesaat Tak Bisa Melanjutkan Perkataanya
Karena Air Matanya Begiru Deras Keluarnya
Kemudian Dengan Sedikit Terbata-Bata
Ia Mencoba Melanjutkan Cerita

“Pelatih, Hari Ini Adalah Hari Pertandingan Pertama
Dimana Kedua Orang Tuaku Hadir Bersama-Sama Dari Surga
Tentunya Kau Tak Mau Buat Mereka Kecewa
Dengan Melihatku Bermain Jelek Sperti Biasanya
Jadi Aku Tadi Sangat Berupaya Sekuat Tenaga
Tuk Bisa Bermain Lebih Baik Dari Sebelum-SeBelumnya”

Ia Kembali Menangis lebih Keras Dari Sebelumnya
Pelatih Itu Langsung memeluknya
Air Matanya Pun Tak Bisa Tertahan Karena Rasa Harunya
Bukan Sebagi Pelatih Ia Menangis Bersama nya
Tapi Sebagai Anak Yang Masih punya Orang tua
Mulai Saat itu Ia Juga Berupaya
Tuk Buat Orang Tuanya Lebih Bangga Padanya
Dan Juga Ingin Menghiasi Hidup Orang Tuanya
Dengan Penuh Bangga Dan Bahagia

Itulah Kisah Yang Terus Buatku Terjaga
Tuk Selalu Berupaya Buat buya Dan Bunda
Tuk Bisa Bangga Denga Caraku Berusaha
Dengan Menimba Ilmu Dimana-Mananya
Sebagai Salah Satu Upaya Saya
Tuk mewujudkan Senyum Gembira Beliau Berdua
Dengan Melihat Anaknya Mulai Menjadi Pria Dewasa
Terima Kasih Kang Santri Kecil Diepisode Santri Petir Pertama
Yang Menyadarkanku Tentang Menjadi Pribadi Baja

Kepada Kedua Orang Yang Begitu Luar Bisaa Bagi Kehidupanku
Bapak Dan Sembok Yang Saat Ini Paling Ku Rindu
Izinkan Ku Berkata Padamu

“Thanks a lot My Parent about All of Your present for me
I Promise to tray to make your smile carved in your beautiful face
Although your enchantment so far from may glance now
But I able feel your smile dancing and give me a big power in every ways”
“Sembah Nuwunku Kepada Panjenengan Berdua
Atas Segala Pemberian Tulusmu Padaku
Ananda Berjanji Bapak Dan Sembok, Untuk Selalu Mengukir Senyum Pada Wajah Indahmu
Meskipun Pesona Panjenengan Berdua Jauh Dalam PANDANGAN
Tapi Ananda Sangat Merasakan Senyumu Menari-Nari
Dan Memberikanku Kekuatan Yang Besar Dalam Setiap Jalan Yang Ku Lalui”

Terima Kasih Tak Terhingga Wahai Sahabat……..612x!!!
Coment Yang Anda Berikan Pada Setiap Catatan Yang Ku Buat
Sungguh Berikan Ku Kekuatan Yang Berlipat
Tuk Belajar Lagi Tentang Hikmah Kehidupan
Karena Ku Tau Kita Adalah Pribadi Pemulia Kehidupan
Dan Mengusahakan Kedamaian Serta Kebahagiaan


YOUR WAY TO BE A TRUE WINNER 
Sukses………….612X!
Semangat…….612X!
Super………..612X!